Search This Blog

Friday, March 25, 2011

Bung Hatta: Untuk Negeriku

Di ruangan itu saya melihat banyak pembesar negeri ini duduk khidmat mengenang founding father negeri yang terkenal santun dan sangat agamis, Bung Hatta: Dr. Mohammad Hatta, sang proklamator. Saya melihat tokoh-tokoh itu dari dekat dalam suasana akrab yang terdiri dari perwakilan kaum senior dan junior serta yang mewakili partai merah, putih, hijau, kuning, biru. Lengkap.

Ruangan ini pun sempurna, karena terwakili oleh akademisi, politisi, maupun praktisi. Ada yang mewakili pertemanan, kerabat, dan kolega. Warna-warni. Ramai. Suasana di sana menggugah saya; meski formal namun kekeluargaan dan penuh semangat.

Bung Hatta: Untuk Negeriku, Sebuah Autobiografi Dr. Mohammad Hatta, sang Proklamator. Kenanglah mereka para pendiri dan pejuang negeri ini agar kita lebih bisa memaknai arti kemerdekaan dan mengisinya dengan kemajuan dan prestasi...
dok.Pribadi

Hati saya tergelitik ketika mendengar kata-kata para tokoh tentang nasionalisme yang memudar hari demi hari. Kita seakan lemah sebagai pribadi maupun bangsa. Terasa kah? Harus kita akui memang demikian adanya. Mengapa demikian? Apakah keinginan untuk mencintai tanah air ini sedemikian kecilnya? Mengapa?

Apakah kita semua paham mengenai negeri ini dengan gugusan pulau-pulaunya lengkap dengan kondisi geografis serta potensi kekayaan yang dimiliki tanah air kita ini? Kita mungkin anggap kecil pelajaran ilmu bumi dan geografi. Kita mungkin menganggap itu hanya ilmu sosial yang sepele. Celakanya kita. Mengapa kita memisahkan si pintar dan si bodoh dari pengetahuan ilmu eksak atau ilmu sosial saja?

Bacalah buku perjalanan para pejuang, baliklah lagi buku sejarah bangsa ini, buka buku geografi, lihat lagi ilmu bumi. Kita akan tahu betapa negeri ini sungguh negeri yang besar dan kaya. Jangan sampai kita berada di negeri ini, tetapi orang di luar sana sedang mengintip vegetasi negeri ini melalui kamera satelit untuk mencari kekayaan negeri kita.

Tanaman atau vegetasi tertentu diketahui dapat menandakan potensi tanah dan mineral yang terkandung di bawahnya. Jika ngintip vegetasi via kamera, kebayang bukan? Jika kecanggihan orang lain di luar sana tidak berimbang dengan pengetahuan kita akan negeri kita sendiri. Maka bener-bener susahlah kita...**Lily Kasim**

No comments: