Search This Blog

Saturday, April 23, 2011

Hormon Cinta

Mengapa kita memiliki rasa cinta? Mengapa cinta mampu mendorong seseorang mau melakukan sesuatu untuk yang dicinta? Mengapa cinta dapat memilih aktivitas seksualnya? Semua itu adalah anugerah. Tuhan yang Maha Baik telah menaruh berbagai hormon cinta di dalam aliran darah kita melalui kelenjar yang diciptakanNya.

Salah satu yang terkenal dengan sebutan hormon cinta adalah Oksitosin. Hormon cinta ini dihasilkan di kelenjar pituitary (hipofisis) di hipothalamus. Pada dasarnya, aktivitas hormon merupakan aktivitas bersama dalam mempengaruhi mood, yang digawangi oleh manajer para hormon, hipothalamus.

Oleh karena itu, hormon ini tak bekerja sendiri, ada hormon-hormon lainnya yang bekerja sama membuat kita memiliki rasa cinta.

Hormon cinta ini akan rilis terkait aktivitas ketika jatuh cinta dan dalam mencintai. Bahwa seorang ingin merangkul, memeluk, mencium dan dicium yang tercinta merupakan dorongan yang diberikan oleh aktivitas hormon cinta ini.

Bahwa seorang ibu merasa ikhlas hati menyusui bayinya juga karena dorongan hormon cinta. Hormon cinta ini menyebabkan seseorang menjadi lebih bersemangat, bisa bekerja sama dalam tim, mampu mengatasi masalah dan fokus.

Namun, menurut penelitian, hormon ini ternyata memiliki sisi gelapnya, yaitu jika menurun, akan berefek sebaliknya, yaitu meningkatkan kecurigaan dan menciptakan permusuhan. Gawat kan? Ehehe...

Jadi, jika yang tercinta jadi agak-agak curigaan dan cemburu ga karuan, mungkin hormon ini sedang rendah. Berikan makanan mengandung kolesterol agar proses pembuatan hormon tidak terganggu. Hehehe...Dan, berusahalah membuatnya nyaman agar yang dominan di aliran darahnya adalah hormon cinta, bukan kortisol si hormon stres. 

Begitu pula bila lingkunganmu tidak hangat dan gampang emosi, mungkin hormon oksitosin sedang rendah secara masal. Perlu potong kambing untuk bancakan kolesterol secara kolektif. Ahahaha....Salam sehat**Lily Kasim**

No comments: