Search This Blog

Sunday, April 24, 2011

Kampanye Kampus Bebas Asap Rokok

Beberapa waktu yang lalu di ITB terpasang baliho kampanye kampus bebas asap rokok. Di baliho terekam pesan bahwa seorang yang tidak merokok pun seakan-akan merokok. "Please look carefully: We are all smoking, aren't we?" Begitulah tertulis pesan di baliho, dan kemudian menawarkan solusi "Try our new smoking area, so you can save the others".

Well, ini yang saya tunggu, aksi kampus sebagai pusat ilmu dan riset bergerak nyata menindaklanjuti temuan riset. Seharusnya memang kampus bergerak duluan karena lingkup kampus adalah lingkup yang duluan terpapar dengan pengetahuan kandungan racun yang terdapat dalam rokok, dan efek yang diperoleh perokok aktif dan pasif juga berasal dari kampus.

Oleh karena itu, gerakan solidaritas dan kampanye bebas asap rokok hendaknya berpangkal dari kampus. Semua kampus, baik ada fakultas kesehatan maupun tidak, harusnya menjadi sebuah jaringan distribusi riset dan implementasinya. Saya rasa banyak juga para ahli yang sepakat dengan efek negatif rokok, meski ada juga yang mengatakan tidak. Tapi, mayoritas temuan mengatakan rokok tidak baik untuk kesehatan.

So, dengan begini, jangan sampai kita masih lihat para pendidik dan segenap civitas akademika masih merokok di area yang tidak semestinya. Yah, buatlah tempat merokok bagi yang masih merokok. It's fair. Bagi yang tidak merokok merasa terlindungi, bagi yang masih merokok masih bisa merokok. Untuk mempersari kampanye Kampus Bebas Asap Rokok sebaiknya juga tidak ada event atau scholarship yang bersponsor rokok atau tidak ada anggota civitas akademika yang menjadi bintang iklan rokok. Mungkinkah?**Lily Kasim**

No comments: