Search This Blog

Monday, June 27, 2011

Surat Ar Rahman Chapter 55

Fa biayyi alaai' rabbikumma tukadzdziban? Tuhan mempertanyakan ini sebanyak 31 kali dalam total 78 ayat Makkiyah di chapter 55 yang dinamakan Surat Ar-Rahman (Yang Maha Penyayang). Artinya: Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Kira-kira dari separuh surat Ar-Rahman secara berulang-ulang mempertanyakan kita dalam refrain "Fa biayyi alaai' rabbikumma tukadzdziban" ini.

Apa maksud sang Pencipta mengulang-ulang sebaris kata ini? Menurut riwayat yang saya ketahui dari Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) bahwa pertanyaan ini adalah untuk dijawab dengan perkataan "Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu". Sebuah pengakuan yang selayaknya: "Tidak ada satu nikmatMu yang aku dustakan, wahai Rabbku".

Udara yang dihirup, mata yang melihat, telinga yang mendengar, kulit yang mampu merasa-raba, pengecap yang mampu membedakan rasa-rasa di dunia ini, tangan dan kaki yang mampu bergerak, otot, darah, dan syaraf serta molekul-molekul hara yang menghidupi kita adalah bekerja atas kehendakNya. Di antara kesempurnaan organ ragawi, kita masih dilengkapi dengan jiwa (kalbu) yang merupakan elemen penting kesejatian manusia yang sampai hari ini masih diperdebatkan lokasinya.

Semuanya diberikan kepada kita dengan paket lengkap; kesempurnaan wujud dan keistimewaan fungsi serta derajat yang tinggi dan mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Kita, adalah keturunan Adam yang dimuliakan. Dan, akan selalu ditinggikan dan dimuliakan. Pantaskah kita merendahkan diri kita dengan tidak mensyukuri segala nikmat dan fasilitas ini? Pantaskah kita mendustakan segala priviledge dari Tuhan Ar-Rahman ini? Wallahualam bishawab. Semoga Tuhan senantiasa membimbing kita menuju keabadian kita yang bahagia...amiinn...**Lily Kasim**

1 comment:

kenia huwada said...

jalan2 ke dalam blognya mbak Lily, lalu kutemukan cahaya disini,..
mohon ijinnya untuk di-copas buat rencana tulisan cerpen saya ya mbak,..semoga diperbolehkan,..
makasih sebelumnya,..:)