Search This Blog

Sunday, July 3, 2011

Mahasiswa Minta-Minta di Jalan

Saya heran, di seputaran Dago Bandung setiap malam minggu pasti ramai dengan mahasiswa yang "minta-minta" dengan cara mengamen bergerombol. Saya bilang mereka ini mahasiswa "minta-minta" karena kelakuan mereka di jalan itu tidak jauh dari mereka yang kerjaannya mengemis. Hanya mereka ini sejenis peminta-minta yang kelewat percaya diri.

Kejadian minggu malam barusan lewat, saya mendengar sendiri nyanyian mereka yang sama sekali tidak menghibur. Ini nih penggalan lirik yang dinyanyikan dengan lagu lingakaran kecil-lingkaran besar yang terkenal itu. Mereka nyanyikan sambil mendekat pada mobil yang sedang berhenti karena lampu merah, asal banget dan ngemis banget:

Mobilnya bagus...mobilnya bagus...mobilnya baguuuusss...
seribu aja...seribu aja...seribu ajaaaa..

Weleh, pak rektor, pak dekan, pak dosen, bapak dan ibu pemilik mahasiswa ini. Please deh, apa di kampus gak pernah diajarkan cara mencari uang dengan cara terhormat? Apa di kampus kurang kegiatan sehingga mereka turun ke jalan nyari uang dengan cara malak begitu? Apa di kampus tidak ada wadah dan tidak ada dana untuk menunjang kreativitas mereka? Maafkan dengan pertanyaan-pertanyaan saya, semoga dapat perbaikan ke depannya. Amiin**Lily Kasim**

5 comments:

r10 said...

jangankan mahasiswa, petugas masjid juga minta sumbangan di lampu merah :toe:

apa ga punya harga diri mereka?

Herdoni Wahyono said...

Tentunya para 'mahasiswa' yang mengamen tersebut dari kalangan menengah keatas ?. Kita tentunya menyayangkan sekali sikap mereka yang ngamen di lampu merah. 'Mengganggu' pengguna jalan. Tidak layak mereka berbuat seperti itu. Apakah mereka mahasiswa dari jurusan seni ? Biasanya Pemerintah Daerah mempunyai Perda yang melarang para pengemis, pengamen, pedagang asongan 'beroperasi' di perempatan lampu merah. Dimana Satpol-PP nya ?
Memang terkadang kita menemui 'petugas' masjid yang meminta 'sumbangan' di tengah jalan depan masjid, di atas bis, dan sebagainya. Sebagai umat Islam tentunya kita malu dan menyayangkan cara-cara mengumpulkan dana seperti itu. Haram hukumnya minta-minta sumbangan seperti itu. Semoga takmir masjid yang melakukan hal tersebut menjadi sadar dan tidak melakukannya lagi.

Lily Kasim said...

yaaa..menunjukkan kelemahan pendidikan kita pak..generasi sebelumnya yang mendidik bangsa ini menjadi semakin payah atau kita lahir dalam keadaan yang memang sudah deteor? carut marut?

yudee said...

Sya berfikirx klw mhasiswa itu hanya ingin menikmati masa mudanya dengan bersenang2..dimasa remaja semua ingin dicoba termasuk ngamen dijalanan, meskipun hx untuk membeli minuman gelasan dan bkan dijadikan pkerjaan.Qjuga pernah lakuin itu..

Lily Kasim said...

kalo nyanyi bagus sih dihargai..kali aja ketemu produser dan dikasih job..kalo liriknya kayak gitu? kayak malak ajaaaa itu mahh...bukan mau ngasih malah gak jadi ngasih...kesannya tuhh budaya yang gak baik dikembangin..kalo mau coba sih gak masalh...even ngamen..tapi mbok yo aaaa sing professional lahh..jangan kayak malak begitu...hehehe...