Search This Blog

Friday, January 6, 2012

Bercinta Tidak Harus dengan Lawan Jenis, Fenomena yang Kian Marak

Pagi-pagi buka fb, mata saya tertuju dengan share link tulisan sejawat  tentang fenomena bayi lahir normal, cukup bulan, dengan usia deklarasi pernikahan yang kurang dari 9 bulan - selanjutnya kita sebut dengan istilah MBA (Married by Accident). Ya, fenomena ini memang kian semarak di negara kita. Bersyukurnya, sampai hari ini, hal ini masih dianggap tabu di Indonesia (yang, mungkin saja semakin hari semakin biasa, seperti kata pepatah alah bisa karena biasa).

Mungkinkah suatu saat negara kita akan membolehkan hidup bersama tanpa ikatan 'prosedural' pernikahan? Saya tidak tahu. Itu mungkin saja, mungkin saja, dan mungkin saja. Mengingat begitu banyaknya penetrasi "kampanye" kehidupan bebas yang tampak meng-happy-kan yang dapat kita saksikan di mana-mana; tabung kaca, layar bioskop, browser, mobile phone, dan segala hal mendukung. Tinggal, kita masih mau atau tidak membaca kalam illahi. Kenapa saya katakan demikian? Sampai hari ini, adakah manusia yang luput dari kekuatan ilahiah-apapun kita menyebutnya? Tidak ada. Semuanya musnah, kecuali kebenaran.

man-man (men) vs woman-woman (women)
sumber: dokPri

Kembali pada judul posting saya yang panjang itu: hint: judul "Bercinta Tidak Harus dengan Lawan Jenis, Fenomena yang Kian Marak" ini  agak sedikit mencontek judul artikel sejawat tersebut. Memang, pikiran saya tergelitik dengan judulnya yang sedikit menggoda saya itu. Dan, saya jadi terdorong untuk mem-posting tentang perilaku bercinta dengan sesama jenis yang secara ilmiah sudah terdepak lama dari DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders), yang kini kian bersemi di negara kita.

Menurut panduan kesehatan mental tersebut, homoseksual bukan masalah kesehatan jiwa. Jadi, dengan kata lain, homoseksual is a normal. Itu merupakan keragaman (diversity) seksual, dan bukan lagi penyimpangan seksual. Tentu saja, sampai pada keputusan mendepak homoseksual dari panduan tersebut didukung oleh banyak teori terkini. Saya yakin itu.

Tetapi saya selalu bertanya, dan ingin bertanya. Pertanyaan saya: "Are you sure? Iya, are sure, guys?" 

Kalau kita mengembara di jagat maya dengan kata kunci homoseksual dan istilah turunannya, atau kita sampai pada laman komunitas homoseksual -beberapa saya temukan komunitas-komunitas tersebut di fb- Secara pribadi saya serem membaca aktivitas di sana. Isinya adalah harapan tentang seks, seks, dan seks-meski ada yang tidak melulu begitu, tetapi mainstream-nya adalah seks. 

Mengapa guys? Saya tidak tahu mengapa demikian. Mungkin saya perlu belajar lebih banyak.

Homoseksual berbeda halnya dengan mencintai kedua orang tua dan saudara-saudara kita serta menyayangi teman-teman kita yang sejenis kelamin. Tidak simpulkan kecintaan kita kepada mereka sebagai bentuk homoseksualitas pada manusia. Kasih sayang Muhammad SAW kepada para sahabat adalah kasih sayang yang sangat dalam, yang makhluk sesudahnya tak dapat menandingi, bukan dalam aktivitas seksual. Sehingga kasih sayang ini dalam manfaatnya bagi kemaslahatan orang banyak. Dan banyak contoh persahabatan yang dalam dan tidak menyentuh area seksual. Jelas bedanya bukan?

Di akhir, saya hanya ingin menasehati diri sendiri, semuanya saya kembalikan kepada Allah SWT. Dalam hidup yang singkat ini, saya hanya ingin berjalan on the tract, karena membayangkan "Zinah Menghilangkan Rezeki" saja saya ndak berani. Ya, saya ndak berani, takut, dan biarlah saya menjadi penakut, karena kenyataannya demikian. Salam damai. **Lily Kasim**

2 comments:

Vicky Laurentina said...

Menurut saya, hubungan seks dengan lawan jenis adalah pilihan pribadi bagi individu yang menjalankannya. Adalah pilihannya pula untuk mencapai kesenangan dengan cara tersebut, dan merupakan pilihannya pula untuk menanggung konsekuensi dari hubungan yang dijalaninya tersebut.

Herdoni Wahyono said...

Ulasan dan ilustrasi gambar yang amat menarik. Suka kepada sesama jenis, sebagaimana dikisahkan dalam kitab suci telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan tentu sampai sekarang dan akhir nanti akan tetap ada. Kalau dulu kaum Sodom dimusnahkan, dan sekarang bencana apa yang akan dan telah terjadi ? Trims sharingnya. Selamat berlibur enjoy selalu. Salam sukses.