Sekarang lagi musim duku ama manggis. Setiap hari saya makan buah ini. Emang sama buah-buahan saya suka sih. Terutama buah-buahan lokal, seperti rambutan, duku, manggis, sirsak, durian, dan apa saja asal buah-buahan lokal.
Kalo omong-omong soal buah buah, negara kita yang kaya ini kudunya bisa memasok buah buat negara lain, tetapi lagi-lagi, manajemen yang buruk membuat kita gak bisa maksimal mendapatkan manfaat dari harta kekayaan negeri yang kaya ini. Satu contoh, bergesernya lahan menjadi perumahan membuat kita kesulitan menjaga stok beras sekarang. Lahan pertanian sawah berubah jadi petak tipe 21, 34, 46, 72, 90, dan seterusnya. Kadang menjadi lapangan golf atau resort.
Nah, pemerintah Depok sudah mengeluarkan maklumat 1 hari dalam seminggu tanpa nasi. Menurut saya, kebijakan tersebut baik-baik gimana gituu... Sensi juga ngomongin atau maksain orang sehari tanpa nasi. Gejolak dapat timbul dari sana. Kesannya pemaksaan. Sebenarnya, kalau pendekatan pak Walikota Depok tersebut dengan kesehatan, saya rasa akan lebih baik. Dengan judul program "Restriksi Kalori". Pasti bakal halus jalannya dan banyak yang manut.
Gini, menurut teori aging, restriksi kalori itu bikin awet muda. Ya iya lah, gaya hidup jaman sekarang banyak yang duduk dan ngetik-ngetik sambil makan enak (saat rapat) dan ngemil-ngemil (saat kerja dan santai). Pastilah terjadih imbalance energi, orang-orang jadi obesitas. Lihat aja, banyak kan orang yang gemuk sekarang? Nahhh, pak Walikota masuknya dari sana. Bilang ke warga, "wargaku yang tercinta, bagaimana kalo kita rame-rame menguruskan badan kita dengan mengurangi makan karbohidrat (nasi terutama) demi kesehatan kita bersama?" Saya yakin, para warga akan memasukan himbauan tersebut di dalam hati.
Ya, obesitas jadi pandemi, banyak akibat yang ditimbulkannya, banyak pula upaya yang dapat kita tempel-tempelkan di sana. Tinggal bijak-bijak aja memilih, yang mana satu yang baik buat kita, karena memang, gerakan pencegahan obesitas harus masuk ke lini stakeholder pemerintah.
Jadi, mudah-mudahan lah pak Wali sempat browsing-browsing nemu catatan saya ini. Hehehe...Memang judul gak nyambung dikit, tapi ngomongin musim buah, kan masih relevan juga dengan restriksi kalori, ngurangin segala karbohidrat, baik yang berada dalam bentuk instan (minuman instan dan minuman kaleng) maupun mengurangi makan nasi dan karbohidrat lainnya. Tetapi, kalau mengurangi makan karbohidrat, kudu itung-itung juga kebutuhan harian, dan kebutuhan nutrisi lainnya seperti protein lemak. Kudu seimbang...biar masyarakat tetap cerdas, sehat, dan gak kurang gizi...**Lily Kasim**
0 comments:
Post a Comment