Search This Blog

Sunday, April 8, 2012

Budaya Wisata Kuliner dan Kecenderungan Obesitas

Wisata kuliner berkembang dalam dekade belakangan ini. Memang, wisata yang satu ini menjadi salah satu alternatif hiburan bagi keluarga-keluarga Indonesia dalam mengusahakan kesehatan jiwa yang lebih baik. Wisata kuliner jika dijalani dengan baik dan benar, benar-benar dapat menjadi sarana berkumpul orang-orang di jaman ini. Sehingga dapat tercipta suatu kehidupan manusia yang seimbang.

Tapi, kesadaran berkumpul dan akhirnya menciptakan tren wisata kuliner juga sebaiknya diimbangi dengan upaya mengenali tipikal makan yang masuk ke mulut, lambung, dan usus, serta aliran darah kita. Makanan yang tidak baik akan berdampak buruk bagi kesehatan fisik kita. Makanan yang kurang memperhatikan hyigiene pasti berbahaya bagi tubuh kita, misalnya lalapan yang tidak dicuci dengan air mengalir dapat menyisakan telur cacing. Makanan yang dimasak dengan cara yang tidak benar dapat merusak tubuh kita, misalnya: makanan yang digoreng dengan minyak yang telah mengalami penggorengan berkali-kali tentu saja akan sangat polutif bagi tubuh kita.

Salah satu dampak makan makanan yang tidak seimbang adalah kegemukan (obesitas). Mengapa kita perlu risau dengan obesitas ini? Jawabnya adalah sederhana: adalah karena obesitas ini jahat! Mengapa jahat? Mari perhatikan skematik berikut ini. Sederhananya, obesitas menimbulkan berbagai penyakit lain di dalam tubuh kita, yaitu: diabetes mellitus (kencing manis), perlemakan hati, penyumbatan pembuluh darah, stroke, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Dampak Kesehatan Masyarakat dari Obesitas
(klik gambar in a new tab / window untuk gambar yang lebih besar)

Saya ingin membagi pesan dari guru tapa brata saya tentang Clinical Nutrition di Stovia, bahwa ada satu obat ajaib yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit ini adalah Jamu alias Jaga Mulut. Berkaitan dengan tren wisata kuliner yang baik juga untuk kehidupan sosial kita, maka jaga mulut saat memutuskan tempat wisata kuliner Anda. Di samping itu, untuk memperkuat efek jamu tadi adalah rajin-rajin lah melakukan aktivitas fisik, termasuk mengerjakan pekerjaan rumah Anda sehari-hari. Salam sehat...**Lily Kasim**

No comments: