Search This Blog

Sunday, May 25, 2014

Aku dan Impianku

Aku berhenti pada sebuah titik yang kusebut keseimbangan.
Tak pernah lagi menoleh ke belakang ataupun membuat khayalan.
Tak pernah jua mengingat-ingat kembali masa yang telah ditinggalkan.
Atau membuat harapan-harapan baru untuk diwujudkan.

Aku membuat garis yang tegas. Masa lalu. Kini. Masa depan. Denganmu. Tanpamu. Tanpamu.
Bagiku ini kenyataan. Entah bagimu. Jika sekarang pandangan berulah seakan nyata.
Pandanganku tetap kuarahkan pada hari ini. Tiada.
Seperti burung-burung liar yang bebas terbang di padang kembara. Aku terbang ke sana.

Jangan kau tanya seberapa sakit. Ini tentu saja sakit sekali.
Tidakkah kau mengenalku? Sudah ribuan jarum menusuk jiwaku. Aku masih tetap berdiri.
Meski dengan seribu luka tertoreh di hati. Aku masih tetap pongah menantang hari.
Karena, aku ingin mengantarkan ruhku ini kembali pulang untuk menempati satu tempat berkumpul dewa-dewi.

Salemba, 24 Mei 2014





No comments: