Search This Blog

Saturday, May 24, 2014

Breaking Bad News

Beberapa waktu lalu saya menjadi observer di high care unit (HCU) dan intensive care unit (ICU) di Unit Luka Bakar RSCM. Unit ini menangani kasus luka bakar yang cukup berat yang mengancam nyawa. Di sini, melihat seorang manusia sebagai pihak yang rentan terhadap hilangnya nyawa oleh sebab apapun. Ada yang kaget terhirup uap panas dari wajan yang sedang diangkat, kemudian minyak panas tumpah mengenai anggota tubuh. Ada yang tersambar api dari kompor gas yang menyambar minyak goreng di wajan. Ada yang tersiram oli panas saat bekerja atau terkena aliran listrik dari SUTET yang cukup fatal. Ada yang tersiram aspal akibat kecelakaan di lokasi perbaikan jalan. Ada yang terkena gas mleduk. Masih banyak lagi sebab luka bakar. Ada yang dapat selamat dan kembali pulang kepada keluarga. Ada yang pulang dengan cacat permanen. Ada yang harus kembali pulang menghadap Allah SWT yang Maha Menggenggam Nyawa.

Kita manusia sungguh lemah. Musibah dapat menghampiri kita kapan saja. Namun, semuanya harus menjadi hikmah bagi kita. Bahwa di setiap musibah, ada ibroh yang dapt kita petik untuk menambah iman kita. Tugas seorang dokter adalah mengurangi penderitaan pasien, yang pasti akan tertuang dalam peresepan maupun edukasi kepada pasien. Tak kalah pentingnya adalah sikap dan perbuatan yang tertuang dalam bahasa verbal dan non verbal. Ketika seorang manusia berada dalam kondisi kritis, seorang dokter wajib membantu pasien untuk meringankan penderitaan dan memberi tahu kondisi pasien kepada pihak keluarga. Berkata dengan baik kepada keluarga, menjelaskan dengan bahasa yang baik dan mudah dipahami, meredamkan emosi keluarga pasien yang sedang panik adalah bagian dari pekerjaan dokter sebagai pemegang mandat profesi. 

Ketika seorang kerabat berada dalam situasi sedang akan berpisah dengan kerabatnya untuk selama-lamanya, itu merupakan saat genting. Dokter perlu memahami situasi sehingga dapat mengatur tutur bahasa agar keluarga pasien dapat ikhlas menerima keputusan Tuhan sekaligus ikhlas dengan usaha yang telah ditempuh oleh seorang dokter dalam mengupayakan kesembuhan. Di sinilah seorang dokter perlu belajar sepaham-pahamnya bahwa kita semua sama. Sama-sama manusia. Keluarga dan dokter adalah mitra yang sehat. Oleh sebab itu, menyampaikan berita buruk, breaking bad news, dengan bahasa verbal dan non verbal yang baik kepada pasien merupakan salah satu elemen penting kepandaian seorang dokter. 

Tipe-tipe pasien banyak ragamnya. Tipe-tipe pasien banyak maunya. Tipe-tipe pasien banyak tipenya. Namun, bahasa universal keragaman ini adalah satu, kebijaksanaan. Menyampaikan semua kabar tidak baik dengan bijaksana menjadikan seorang dokter sebagai kawan yang baik dalam mengupayakan kesembuhan, meskipun hasilnya adalah kematian. Salam sehat. *Lily Kasim*

No comments: