Search This Blog

Friday, November 28, 2014

Diam

Pada saatnya. Kemarahan tak mampu lagi mewakili perasaan marah. Maka, diam adalah ekspresi terbaik untuk meluapkan amarah. Engkau tahu, titik nadir kegembiraan meleleh begitu saja. Meluap ke sungai dahaga. Sungai yang menanti kemarau usai. Tak usai. Ini terlalu sedih. Ini terlalu lama. Bayang-bayang tetap tak tampak. Jalan masih terlalu gelap. Kita. Begini saja...

No comments: