Search This Blog

Tuesday, December 2, 2014

Kebahagiaan

Hari-hari ini kepala di sibukkan dengan kata kebahagiaan. Apa perasaan bahagia itu? Entahlah. Di antara gelak tawa, jauh di dalam hati, tersimpan sebuah ruang sunyi. Butuh waktu bertahan-tahun membangun kepercayaan diri yang hancur. Ketika, perasaan hampa adalah teman. Dia menatap jauh ke dalam hati. Menjelaskan kenapa dia di sini? Apa dia memiliki ambisi? Tidak. 

"Saya di sini hanya untuk menyembuhkan hati saya yang patah."
"Begitukah?" selidikku tak percaya
"Iya." dia menjawabnya dengan yakin. 
"Kamu terlihat sangat percaya diri dalam pandanganku." begitu aku membantahmu. 
"Itu karena saya sudah tidak memiliki rasa takut lagi. Tak ada yang membuat saya khawatir, selain mati." lanjutmu parau
"...?"
"Karena badai saat ini membuat iman saya runtuh. Ini bencana terbesar dalam hidup saya. Saya tidak ingin mati dan tidak mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan yang abadi."
Hmmm...kamu selalu begini, mencoba tegar. Gumamku dalam hati.

"Tapi saya berharap hidup saya berubah, hati saya kembali mengalir simfoni-simfoni yang membawa saya kepada kebahagiaan yang sesungguhnya. Mendengarkan suara katak yang sumbang selepas hujan...bersama dia..." katamu menutup dialog absurd petang ini

Aku berpikir sendiri. Sebegitu sederhana itukah impianmu? Saya ingat logika sederhana, semakin sederhana keinginan, menunjukkan semakin sulit diraih. Siapa dia? Ah entahlah...yang saya tahu, di balik senyumnya yang lebar, dibalik candanya yang asal, ada sebongkah rindu yang tertahan, yang membuat senyum lebar dan canda asalnya semakin terasa ganjil.*LilyKasim*

No comments: