Search This Blog

Saturday, December 6, 2014

Loss of appetite

Salah satu hari di minggu ini, saya bertemu dengan seorang perempuan, sekira 60 tahun, yang sedang sama-sama menunggu pesanan datang, kebetulan, bangku kafe di RS ini sedang penuh, saya meminta ijin duduk di bangku nenek itu.

"Minta tolong soto saya dipanaskan kembali, "katanya, "Saya sedang tidak selera makan, "lanjutnya kepada pramusaji di kafe itu

Saya mengangkat kepala, sekilas menatap nenek sambil tersenyum, dan nenek tersenyum kembali kepada saya. Teori kurang selera makan menggayuti benak saya, ada respon inflamasi yang bekerja menekan pusat lapar, dan seterusnya. Dan benar sekali, rata-rata pasien yang semangatnya masih baik, berusaha memodifikasi makanan mereka. Pernah saya bertemu dengan pasien dengan anoreksia ekstrem, yang hanya mau minum air panas. Whoaaa...

Topik ini sedang hangat di pikiran saya, dan tadinya saya berpikir seperti apa rasanya anoreksia itu, sebab rekan lain sering mengeluh mereka tidak selera makan. Berbeda dengan saya yang sulit mengendalikan asupan makanan alias lapar melulu bin rakus. Lol. Sampai saya berhadapan dengan nenek ini, sedikit gemuk, namun tidak selera makan, sebab, saya pun sedang memodifikasi bentuk makanan saya, dengan alasan serupa, saya juga anoreksia et kausa laporan kasus berderet-deret bak semut beriring. Huiks...

"Dok, ini jus mangganya, " kata pramusaji membungkam pikiran saya, hehehe, "terima kasih mbak, " kata saya.

"Enggak makan dok? Tumben. " tanya mbak kasir *sok* akrab
"Lah ini makan, mbak?" Kata saya sambil nyengir

Oh gini ya rasanya anoreksia. Gitu aja pesan saya. Jangan lupa makan, sebelum ga bisa makan. Happy wiken all. Salam sehat jiwa. *LilyKasim*

No comments: