Search This Blog

Saturday, January 24, 2015

Rindu

Umpama ttitik air yang jenuh. Pun bulir yang mengalir dari pelupuk mata luruh. Tentang kau. Suatu ketika, berjalan di sampingmu penuh cinta. Dada senantiasa bergemuruh oleh rindu. Kau. Sekali lagi kau.

Saat semua bulir tumpah, hatiku seketika penuh sesak dengan luka. Kau, menorehnya, dan aku membiarkan tertoreh. Semua yang kau lukis di jiwaku kemudian menjadi elegi. Pedih. Suatu senja, ketika semua menjadi misteri. Kau duduk di sana. Sedang aku menatapmu, dengan sebongkah rindu yang tertahan, diam, di ruangmu. 

Andai aku bisa membuangmu dari ruang itu, sudah kulakukan, namun, semuanya masih terasa baru. Terbelenggu oleh kenangan yang sempurna. Ketika aku menggantungkan semuanya padamu, hingga semua terhempas, di tebing waktu, di jurang adat. Aku, sejauh ini, masih rindu...*LilyKasim*

No comments: