Search This Blog

Saturday, October 1, 2016

End of the year

Tahun 2016 hampir berakhir. Aku tidak banyak membuat perubahan dalam hidup. Seakan kaki dan pikiran terbelenggu. Entah apa yang kutunggu. Sedari mula, aku sadar, bahwa situasinya akan terus menyedihkan. Tapi, aku selalu sekuat tenaga melindungi kehidupan yang baru. Meski, aku tahu yang kutapaki adalah bara api. Aku terus menahan piluku, jauh di dalam hati, mempercayai tidak satupun. Aku merasa, di jalan ini aku hanya menemukan aku dan langkah kakiku saja. Jalan semakin sunyi. Seperti lorong waktu yang semakin lama semakin panjang. Sepi. Tanpa pernah punya khayalan bertemu denganmu di salah satu titik, seperti yang dulu biasa kaulakukan untuk menemukanku. Tak juga ketemukan Tuhan menuntunku, seperti dulu aku begitu percaya Ia bersamaku. 

Tahun 2016 segera berakhir. Aku ingin cepat menutupnya dan melompat ke dunia baru. Aku tidak dapat menunggu lebih lama lagi. Jika akhirnya hanya aku yang tersisa, maka aku tetap akan mewujudkan mimpiku. Aku akan bekerja untuk kemanusiaan, menjadi social enterpreneur, membangun usahaku sendiri, membangun Indonesia dari perspektifku. Aku percaya, untuk ini aku tidak akan sendiri! Selagi aku menjadi diri sendiri, dan otentik, maka tidak ada yang bisa menghentikanku, meskipun rasa getir. 

Temanku berkata, Tuhan sengaja menaruh luka di hati kita, agar Ia dapat gunakan kita merasakan luka orang lain, dan dengan begitu bantuan yang kita berikan benar-benar berasal dari ketulusan. Jika ini benar, maka layaknya aku mengucapkan terima kasih untuk setiap luka yang dihunjamkan ke jantungku. Terima kasih untuk setiap abai yang dialamatkan ke hidupku. Terima kasih banyak, atas kiriman doa-doa tulus yang mengharapkan kerusakanku. Aku tidak akan pernah kalah dan ingin mengalah. Malam ini, aku kembalikan pada pengirimnya. 

Penghujung 2016, aku ingin mengucap salam perpisahan pada semua rasa sakit, dan memberikan pesan kuat padamu, mianata. Lily Kasim

No comments: